Menpora Fokus Pantau Penurunan Prestasi Badminton Jelang Olimpiade

Menpora RI Dito Ariotedjo terus fokus memantau penurunan prestasi badminton jelang Olimpiade 2024 Paris.


Jakarta, CNN Indonesia

Menpora RI Dito Ariotedjo terus fokus memantau penurunan prestasi badminton jelang Olimpiade 2024 Paris, termasuk kegagalan meraih gelar di Malaysia Open pekan lalu.

Saat ini sudah ada enam atlet Indonesia dari empat cabang olahraga yang memastikan tiket Olimpiade 2024 yakni panjat tebing, panahan, menembak, dan senam.

Sedangkan badminton belum ada kepastian daftar atlet yang lolos. Sebab, masih ada proses kualifikasi yang berlangsung hingga 30 April mendatang. Dalam pengumpulan poin menuju Olimpiade, atlet-atlet Indonesia kerap gagal mendulang gelar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Yang paling penting kami fokus memantau badminton dan weightlifting sebagai cabor yang selalu menyumbangkan medali,” kata Dito di kantor Kemenpora, Senin (15/1).

“Jadi total sudah enam dan ada juga Insya Allah wild card dari atletik dan renang. Pasti kami bahagia tapi kami coba mendorong untuk lolos kualifikasi lebih banyak, kita berharap dari surfing dan skateboarding,” ujarnya menambahkan.

Masih menyoal badminton, Dito mengaku sudah mempertanyakan PBSI tentang perkembangan sekaligus persiapan badminton menuju Olmpiade. Ia mengatakan, saat ini PBSI sedang fokus mengatur jadwal atlet agar maksimal di setiap kompetisi yang diikuti dalam periode kualifikasi.

“Ini makanya, kemarin saya sempat bertanya juga yang dilakukan oleh satgas Olimpiade PBSI. Mereka sedang menyesuaikan jadwal para atlet agar kondisinya prima begitu juga mentalnya,” kata dia.

Lebih lanjut Dito menegaskan tidak berencana memanggil perwakilan PBSI untuk mempertanyakan kecenderungan prestasi yang menurun sepanjang 2023.

“Sebenarnya bukan di tahap panggil lagi tapi di semua cabor yang memang memiliki potensi di Olimpiade, saya bersama kedeputian olahraga sudah memantau hari demi hari,” ucapnya.

“Kami pantau progress dari pelatihan dan rencana kualifikasinya,” tutur Dito menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva)



Sumber: www.cnnindonesia.com