Kim Pan Gon Dirujak Netizen Usai Malaysia Dibantai Yordania

Netizen Malaysia mengkritik Kim Pan Gon usai timnas Malaysia dicukur Yordania 0-4 pada laga pembuka Grup E Piala Asia 2023.


Jakarta, CNN Indonesia

Netizen Malaysia mengkritik Kim Pan Gon usai timnas Malaysia dicukur Yordania 0-4 pada laga pembuka Grup E Piala Asia 2023 di Stadion Al Janoub, Al Wakrah, Selasa (16/1) dini hari WIB.

Pasukan Malaysia tampil sangat buruk saat dikalahkan Yordania. Di babak pertama saja, Matthew Davies dan kawan-kawan sudah kebobolan tiga gol hanya dalam 32 menit.

Kekalahan Malaysia jadi yang terbesar hingga Piala Asia 2023 berjalan empat hari. Selain itu timnas Malaysia menjadi tim Asia Tenggara dengan kekalahan terbesar di Piala Asia 2023 sejauh ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak heran warganet Malaysia naik darah menanggapi kekalahan telak dari Yordania. Banyak netizen Malaysia yang menghujat Kim Pan Gon.

“Tolong lah Kim Pan Gon. Ini bukan waktunya untuk eksperimen lagi. Logika saja tampil di Piala Asia pakai tiga bek dan main terbuka. Anda kan pelatih, masak tidak bisa berpikir?” tulis salah satu netizen Malaysia.

“Ini bukan karena Yordania terlalu kuat, tetapi individu ini [Kim Pan Gon] yang meletakkan posisi pemain di tempat yang salah dan pemain yang tidak selalu digunakan. Buruk sekali,” tulis netizen lainnya.

[Gambas:Instagram]

Netizen Malaysia yang lain menyoroti formasi Kim Pan Gon dengan 3-4-3. Mereka berpendapat, lawan dengan peringkat lebih tinggi tidak efektif dengan format tiga bek.

“Yordania mencetak gol lewat umpan panjang. Seharusnya main saja pakai 4-3-3 seperti biasa,” ucap salah satu warganet.

Kekalahan menyakitkan itu membuat warganet agar Kim Pan Gon bertanggung jawab. Sebab selanjutnya Malaysia bakal menghadapi lawan yang berat seperti Bahrain dan Korea Selatan di fase grup Piala Asia 2023.

“Kim Pan Gon ayo jawab!” tulis salah satu netizen Malaysia.

Saat ini Malaysia berada di dasar klasemen sementara Grup E tanpa poin. Selanjutnya Malaysia akan melawan Bahrain pada 20 Januari, kemudian Korea Selatan pada 25 Januari.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/har)




Sumber: www.cnnindonesia.com