Di Korea, Emosi Dianggap Tak Baik

Ratu Voli Korea, Kim Yeon Koung, membela diri setelah mengungkapkan kemarahan usai smash-nya diblok Megawati Hangestri Pertiwi saat melawan Red Sparks.


Jakarta, CNN Indonesia

Pemain Pink Spiders yang dijuluki Ratu Voli Korea, Kim Yeon Koung, membela diri setelah mengungkapkan kemarahan usai smash-nya diblok Megawati Hangestri Pertiwi saat melawan Red Sparks, Minggu (24/12).

Momen itu terjadi pada set keempat. Sebuah smash yang dilakukan Kim Yeon Koung berhasil diblok dengan telak oleh Megawati hingga membuat skor imbang 8-8.

Setelah serangan yang dilakukan gagal, Kim Yeon Koung langsung memukul bola dengan keras ke lantai hingga berteriak meluapkan emosi. Pemain 35 tahun itu kemudian mendapat peringatan dari wasit.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Naver, Kim Yeon Koung mengaku apa yang dilakukannya adalah hal biasa dalam olahraga. Namun meluapkan emosi saat pertandingan masih dianggap hal yang tidak bagus di Korea Selatan.

“Di Korea, mengekspresikan emosi tidak dipandang baik. Tapi menurut saya tidak apa-apa untuk mengungkapkan kemarahan selama tidak ada yang dirugikan,” ujar Kim Yeon Koung.

Kim Yeon Koung mengaku tidak akan mengubah sikapnya di atas lapangan voli. Juara Asian Games 2014 dan top skor Olimpiade 2012 itu mengatakan meluapkan emosi saat pertandingan juga bagus untuk tim.

“Saya akan tetap meluapkan emosi dan bermain dengan lebih bersemangat. Hal itu tidak apa-apa selama Anda segera tenang kembali. Saya kira dengan melakukan itu, pemain lain juga bisa lebih fokus,” ucap Kim Yeon Koung.

Red Sparks akan kembali menghadapi Pink Spiders pada laga pertama putaran keempat Liga Voli Korea V-League pada Kamis (28/12).

[Gambas:Video CNN]

(har)



Sumber: www.cnnindonesia.com