Badminton Lovers Masih Berharap Indonesia Raih Emas di Olimpiade 2024

Pencinta bulu tangkis atau Badminton Lovers masih menaruh harapan bagi wakil Indonesia untuk meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.


Jakarta, CNN Indonesia

Pencinta bulutangkis atau Badminton Lovers masih menaruh harapan bagi wakil Indonesia untuk meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.

Dukungan dan harapan ditujukan untuk seluruh atlet yang berkesempatan tampil di pesta olahraga tertinggi dunia. Meskipun, mereka juga sadar badminton Indonesia cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir.

“Masih optimistis dapat medali, harapan itu masih ada. Tentu harapannya, kalau bisa dapat medali emas, karena untuk kualifikasi masih bisa dari event masih banyak dan bisa lolos Olimpiade,” kata salah satu Badminton Lovers, Ulfi saat ditemui CNNIndonesia di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ulfi mengaku bakal kecewa jika wakil badminton Indonesia kembali absen meraih medali emas seperti di Olimpiade London 2012. Namun ia menyatakan, dukungannya tidak akan luntur untuk Merah Putih.

“Tentu kecewa pasti ada, setiap suporter datang [ke arena] kan dukung agar mereka menang. Tapi apapun hasilnya kami tetap bahagia,” ujarnya.

Sementara Badminton Lovers lainnya, Salwa, berharap atlet juga menaruh optimisme yang sama seperti para suporter. Menurutnya, kesempatan untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia masih sangat terbuka.

“Saya tetap optimistis untuk ke depannya kepada atlet kita. Mereka pasti bisa dapat medali untuk Indonesia,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Siti yang menaruh harapan prestasi agar ditorehkan oleh wakil Indonesia. Ia menyampaikan, para pendukung akan selalu ada di samping atlet untuk memberikan dorongan motivasi saat berlaga.

“Pastinya kalau tidak juara para fans sedih. Tapi karena di sini banyak fans-nya, walaupun mereka sedang down tapi kami tetap dukung mereka,” kata dia.

Sejauh ini, badminton Indonesia sedang merosot. Belum ada gelar dari dua turnamen bergengsi di awal 2024 yakni India Open dan Malaysia Masters. Dua ajang tersebut menjadi bagian dari penghitungan poin dalam kualifikasi Olimpiade Paris 2024.

PBSI harus memperhatikan hitungan poin Race to Olympics yang sudah diraih para atlet pada masing-masing nomor. Panitia Olimpiade Paris 2024 menetapkan penghitungan poin pada periode kualifikasi yang berlangsung 1 Mei 2023 hingga 28 April 2024.

Olimpiade Paris 2024 memberi kuota bagi setiap negara untuk maksimal mengirim dua atlet di setiap nomor tunggal dan dua pasang pada masing-masing nomor ganda.

Jika ingin memenuhi kuota maksimal dua wakil, maka atlet per negara setidaknya harus berada di peringkat 16 besar di nomor tunggal (dari total 38 pemain) dan delapan besar (dari total 16 ganda) untuk nomor ganda merujuk klasemen Race to Olympics.

Di luar peringkat 16 besar untuk nomor tunggal dan delapan besar untuk nomor ganda, maka setiap negara hanya bisa mengirim satu wakil.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jal)



Sumber: www.cnnindonesia.com