Alasan Pramudya Mundur dari PBSI: Kesehatan Mental hingga Pendidikan

Wakil Indonesia kandas di China Masters 2023 setelah Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kalah di perempat final, Jumat (24/11).


Jakarta, CNN Indonesia

Pramudya Kusumawardana resmi mundur dari Pelatnas Cipayung PBSI. Sejumlah hal jadi pertimbangan dirinya dalam mengambil keputusan tersebut.

Pramudya memutuskan meninggalkan Pelatnas Cipayung meskipun saat ini ia masih jadi salah satu andalan di nomor ganda putra. Dengan usia yang masih 23 tahun, keputusan Pramudya terbilang mengejutkan banyak pihak.

Di balik keputusan tersebut, Pramudya menekankan bahwa ia memiliki sejumlah hal yang menjadi latar belakang. Hal yang ia sebut lebih dulu adalah soal kesehatan mental dan pendidikan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kesehatan mental saya dalam kondisi yang tidak bagus. Dan ini dalam waktu yang lama dan sudah berefek dalam hari ke hari dalam hidup saya. Jadi saya harus mengistirahatkan diri sebentar, yang di mana akan mengganggu agenda PBSI dan orang-orang yang bekerja sama dengan saya

“Saya masih mementingkan pendidikan. Ini ada sambungannya dengan poin pertama saya, di mana sebagian orang sudah tahu saya akan sekolah pendidikan sports science dan sport pshycology. Mengapa saya ambil pendidikan di luar negeri? Karena sistem di Indonesia belum mendukung atlet kuliah dan menjadi atlet profesional,” ucap Pramudya.

Selain itu Pramudya juga menyatakan bahwa hal yang jadi pertimbangan adalah ia sudah menakar kemampuan dirinya untuk tampil di Olimpiade. Pramudya merasa ia belum memenuhi kapabilitas sebagai atlet yang ingin tampil di Olimpiade.

“Tampil di Olimpiade adalah tujuan dan impian semua atlet, tentunya. Kalau ditanya mau ke Olimpiade? Mau, tapi banyak yang harus disiapkan, bukan semata-mata masuk Olimpiade dan selesai.”

“Indonesia banyak mencetak medali di Olimpiade dan saya merasa saya tidak mempunyai kapabilitas yang cukup untuk memenuhi standar atlet Olimpiade berdasarkan hasil statistik, progres permainan, dan kesempatan, terutama membawa nama Indonesia yang di mana mempunyai histori dan target yang besar,” tutur Pramudya.

Pramudya menyatakan bahwa momen ini adalah momen yang tepat bagi dirinya untuk mengambil keputusan. Ia pun mengaku punya impian dan target yang harus dikejar dalam hidupnya.

“Seperti manusia pada umumnya saya mempunyai impian dan target saya sendiri, dan mengetahui kondisi saya sendiri, dan kapan saya harus mengambil keputusan. Menurut saya empat poin itu,” kata Pramudya.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)



Sumber: www.cnnindonesia.com