5 Fakta Unik di Balik Kemenangan Dramatis Korea Selatan

Korea Selatan mengemas kemenangan atas Arab Saudi dalam laga 16 besar Piala Asia 2023 (2024).


Jakarta, CNN Indonesia

Sedikitnya ada lima fakta unik yang tersaji di balik kemenangan dramatis Korea Selatan atas Australia di babak 16 besar Piala Asia 2023, Jumat (2/2).

Australia sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui gol Craig Goodwin. Korea baru bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Hwang Hee Chan di masa injury time, tepatnya di menit ke-90+6.

Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Tim asuhan Jurgen Klinsmann akhirnya bisa mengamankan kemenangan berkat gol tendangan bebas Son Heung-min pada menit ke-104.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil ini membuat Korea mengikuti jejak Yordania yang sudah lebih dulu memastikan lolos berkat kemenangan tipis 1-0 atas Tajikistan di Stadion Ahmed bin Ali.

Setidaknya ada lima fakta unik yang tercipta di balik kemenangan dramatis Korea Selatan atas Australia seperti dilansir laman resmi AFC.

1. Super Son

Tendangan bebas fantastis Son Heung Min membuatnya total mengemas tujuh gol di sepanjang Piala Asia. Hanya pemain Qatar Almoez Ali (10) dan pemain Uni Emirat Arab Ali Mabkhout yang mencetak gol dari Son sejak edisi 2007.

2. Samai Rekor Iran

Korea Selatan tercatat sudah delapan kali lolos ke semifinal Piala Asia. Rekor tersebut menyamai pencapaian milik Iran.

3. Pertama Kali

Korea Selatan sukses mengalahkan Australia dua kali secara berturut-turut. Ini merupakan kemenangan beruntun yang mereka raih lawan Socceroos sejak September 2009.

4. Australia Apes

Australia tersingkir dari Piala Asia di perempat final untuk kali kedua secara berturut-turut. Sebelumnya Socceroos kalah 0-1 dari Uni Emirat Arab pada 2019. Padahal Australia berhasil lolos ke final pada 2015 dan 2011.

5. Kartu Merah Ketiga

Aiden O’Neill jadi orang Australia ketiga yang menerima kartu merah dalam pertandingan Piala Asia. Dua pemain sebelumnya adalah Vince Grella saat lawan Jepang (2007) dan Lucas Neill saat hadapi Irak (2007).

[Gambas:Video CNN]

(jun/har)



Sumber: www.cnnindonesia.com